Apakah Seorang Programmer Harus Pintar Matematika ?

Dulu ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang programmer saya pernah bertanya Apakah Seorang Programmer Harus Pintar Matematika?

Lalu ada beberapa orang yang bilang syarat menjadi seorang programmer itu harus pintar matematika.

Saat itu hancurlah sudah harapan saya untuk bisa menjadi seorang programmer.

Bagaimana tidak? Saya adalah termasuk orang yang sangat lemah sekali dengan pelajaran matematika, bahkan saat SMP saya hampir tidak lulus karena nilai matematika.

Lebih sedih lagi pada saat SD saya beberapa kali mendapatkan nilai nol untuk matematika.

Allhamdulillah dulu saya tidak mempunyai pilihan lain, mau nggak mau saya harus menjadi seorang programmer karena hanya itu lah profesi yang bisa saya jalani.

Dulu saya berfikir jika saya selalu mendengarkan kata orang yang bilang menjadi seorang programmer itu harus pinter matematika, harus pinter bahasa inggris maka saya nggak mungkin belajar coding.

Nah disini saya akan bagikan tips buat temen – temen jika kamu mau belajar programming tapi memiliki kelemahan pada bidang matematika.

Programming & Matematika

Yang pertama kita bahas dulu apakah programing dan matematika itu memiliki hungan.

Mari kita kembali dulu pada masa awal komputer itu diciptakan, sebenarnya apa tujuan komputer itu pada awal diciptakan.

Konsep komputer peratama kali di cituskan oleh seorang professor dari inggris bernama Chales Babbage.

Charles Babbage menciptakan sebuah mesin yang dikenal dengan nama Difference Engine, adalah sebuah mesin kalkulator pertama di dunia.

Difference Engine ini menjadi cikal bakal Charles memahami bahwasanya sebuah mesin akan bisa  di perintah dengan sebuah program.

Jadi dari awal konsep komputer ini ditemukan adalah berangkat dari operasi matematika.

Sedangkan program itu adalah sekmpulan operasi matematika juga.

Jadi sampai disini kita bisa tarik kesimpulan bahwasanya komputer itu adalah sebuah mesin yang menjalankan operasi matematika.

Jadi tips yang pertama adalah kamu harus paham dulu bahwa programming dan matematika itu saling berhubungan.

Jika kamu melakukan programming, maka kamu juga melakukan matematika.

Gak bisa Matematika

Dulu saya pernah bertanya kenapa sih matematika begitu sulit? Dan setelah saya teliti lagi saya mendapatkan beberapa faktor yang membuat saya begitu tidak baik dalam matematika.

Dari yang saya alami yang membuat matematika begitu sulit bagi saya adalah beberapa hal berikut ini.

1. Gurunya Nggak Asyik

Ini adalah faktor yang paling besar pengaruhnya pada kemampuan saya terhadap pelajaran matematika ketika masih sekolah dulu.

Ketika dengar nama guru matematika saja saya sudah pusing saja hawanya, belum lagi ketika guru memberikan PR pelajaran matematika.

2. Matematika Kebayakan Rumus

Matematika ini memang kebanyakan rumus, bayangkan untuk satu soal sederhanya saja banyak sekali metode penyelesaianya.

Dan rumus – rumus dalam matematika itu cukup membuat pusing kepala, baru dengar rumus matematika saja saya sudah pusing.

3. Segala hal tentang matematika menyebalkan

Segala hal yang saya temui dan berhubungan dengan matematika sungguh sangat menyebalkan.

Mulai dari bukunya, dari tugas – tugas matematika, apa lagi saat ujian matematika pokoknya semuanya membuat saya sebal.

4. Saya tidak menyukai matematika

Puncak dari faktor yang membuat saya begitu bodoh dengan matematika adalah saya tidak menyukainya.

Sangat benci sekali hitung – hitungan, saya sangat benci rumus matematika, saya juga benci guru matematika dan saya benci juga nilai matematika yang jelek.

Akhirnya saya berkesimpulan bahwa memang dalam lingkungan saya pada saat itu memang tidak mendukung saya untuk menjadi seorang yang pandai dengan matematika.

Nah mungkin sebagian kamu ada yang mengalami hal yang sama dengan saya terhadap pelajaran matematika.

Tips kedua dari saya jika kamu mau bisa matematika kamu harus suka dulu sama matematika. Caranya gimana? belajarlah dengan cara yang berbeda dengan cara yang kamu suka.

Matematika Terapan

OK sekarang bagaimana kalau matematika itu kita lupakan saja mari berfokus saja pada programming. Tapi programming itu kan penerapan operasi matematika, gimana bisa melupakan matematika.

Nah itu dia yang membuat kita terkadang sulit memahami matematika adalah kita tidak pernah menerapkan matematika itu sendiri.

Lalu, bagaimana penerapan matematika pada programming?

Kita ambil contoh yang simple dalam penerapan matematika pada programming. Disini saya akan ambil contoh dari yang paling simple aja yaitu operasi penjumlahan. Disini saya menggunakan bahasa kotlin sebagai contohnya.

val good = "Good"
val morning = " Morning"

printf(good + morning)

Contoh kode diatas adalah code sederhana untuk menampilkan tulisan Good morning.

Pada contoh diatas kita tidak dapati bahwa matematika bisa digunakan untuk menambahkan kata – kata iya bukan?

Tips ketiga dari saya cobalah kamu cari tau hal – hal yang berhubungan dengan matematika pada kehidupan nyata, misalkan bagaimana penerapan matematika ketika kamu beli bakso.

Semakin kamu mencoba menerapkan matematika pada kehidupan sehari – hari akan semakin asik kamu rasakan matematika itu.

Mau Jadi Programmer Haruskan Bisa Matematika

Untuk menjadi seorang programmer kamu nggak perlu sampai ahli dalam hal matematika.

Karena program itu adalah proses operasi matetmatika, yang dimana kita nggak perlu malkukan proses itu, kita nggak perlu melakukan hitung – hitungan, biarkan saja mesin yang melakukanya.

Untuk menjadi programmer itu kamu perlu mengetahui dasar saja tentang matematika dan saya rasa orang yang dapat no ketika ujian di kelas tentang materi matematika akan bisa menjawab pertanyaan ini.

  • Kamu tau 2 + 2 ?
  • Bagaimana dengan 2 / 2 ?
  • Terus dengan 2 -2 ?
  • Kalau 2 * 2 ?

Jika kamu bisa menjawab dengan benar, selamat kamu sudah memiliki syarat untuk menjadi seorang programmer.

Tentu untuk program yang rumit seperti membuat game kamu perlu tau fisika, kalkulus, geometri, vast array dan tipe matematika yang lainya.

Akan tetapi hal itu bisa kamu pelajari secara perlahan, seiring dengan perkembangan skill programming kamu.

Saya alhamdulillah sekarang cukup menguasai beberapa hal tentang matematika yang saya pikir dulu nggak mungkin bisa saya kuasai.

Jadi dengan programming memang kita tidak akan berpisah dengan matematika akan tetapi pada programming kita lebih fokus pada praktek dari matematika itusendiri.

Dengan begitu saya merasakan matematika jadi lebih mudah karena saya langsung tau apa sebenarnya penggunaan dari sebuah matematika itu.

Tips keempat adalah, belajarlah programming otomatis kamu juga belajar matematika.

Kesimpulan

Untuuk menjadi seorang programmer tidak harus kamu pintar matematika, saya dulu menapat nilai nol beberapa kali.

Tapi jangan kamu tidak mau mempelajari matematika, yang perlu kamu lakukan adalah belajar dengan cara yang berbeda.

Yang membuat kamu tidak bisa dengan matematika karena kamu sudah tidak suka dengan matematika. Kamu harus belajar menyukai matematika.

Bahkan berdasarkan pengalaman saya ketika kamu mempelajari programming secara otomatis mempelajari matematika.

Intinya udah belajar coding aja nggak usah pusing – pusing dengan matematika kamu akan otomatis bisa matematika dengan sendirinya.

3 Replies to “Apakah Seorang Programmer Harus Pintar Matematika ?

  1. Sakjane math saya jg jeblok 😀
    g pernah lupa saat SD dpt nilai mat 3 di ujian akhir. syeeem.

    Kuliah jg harus ngulang kalkulus 2 dan PDE (yg diulang malah dpt E, wis lah).

    Cuman Fisika yang sy konsisten dpt A dari SMA-Kuliah: yang bersesuaian erat dengan logika di pemrograman. Logika

    Nah, logika ternyata memang cabang matematika yang khusus. Dan disinilah kunci matematika berperan di programming.

    Kalau kasus trigonometri, aljabar dan lain sebagainya, bersifat pure math. Yang bukan menjadi santapan programming secara umum.

  2. Wah klu sya mah gak ngrti sma skali tentang programing cuman skrng sya berusaha mnggali ilmu dan mncri reperensi untuk belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *