Aku manjadi orang introvert

Life

March 20, 2020

Berdasarkan definisi dari wikipedia intovert adalah.

Introverts are quiet and shy. Wikipedia

Setelah kubaca dengan seksama ternyata aku sekarang adalah orang yang juga pendiam dan malu.

Saat ini sedang terjadi krisis global diakibatkan oleh korona, mari kita semua berdoa semoga kita semua terhindar dari virus ini, yang sakit segera sembuh perokonomian dunia segera pulih dan kita bisa menjalani hari - hari seperti biasa.

Sekarang ini pemerintah dan pihak medis menyarankan untuk mengurangi kegiatan diluar rumah yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus korona ini. Mari kita ikuti himbauan ini demi kebaikan kita semua.

Bicara mengurangi kegiatan di luar rumah ini beberapa hari terakhir banyak orang yang bicara tentang introvert. Jadi sekarang aku juga ingin cerita tentang introvert.

Mulanya

Aku mengenal istilah introvert itu setelah lulus sekolah, btw aku cuman lulusan SMK jadi nggak terlalu banyak belajar literasi pada saat itu. Tapi kalau ku ingat - ingat lagi dulu aku bukanlah seorang yang introvert, dulu aku orang nya ceria, suka main suka bersosial suka tidur di rumah temen suka ngobrol kesana - kemari.

Bahkan dulu aku punya temen yang introvert dan aku menganggap itu adalah salah satu hal yang tidak baik. Banyak orang di lingkunganku yang suka bilang itu anak itu kok kerjaan nya di rumah aja nggak pernah main.

Aku menyesal kenapa dulu aku berfikir seperti itu, maklum saja dulu masih belum tau apa - apa. Dan bahkan sekarang aku menjadi salah satu orang yang introvert seperti sekarang ini. Baik akan kuceritakan perjalanan aku sehingga aku menjadi orang yang introvert.

Menjadi Pendiam

Berawal saat aku lulus sekolah, pada saat itu aku menjalankan suatu bisnis, pekerjaanku selalu bertemu orang aku sangat lancar bicara menjadi seorang marketer pada saat itu.

Akan tetapi karna itu adalah pengalaman pertama ku menjadi seorang marketer dan belum punya cukup pengalaman di bidang bisnis pada akhirnya aku mengalami kegagalan dalam berbisnis.

Akhirnya aku sadar ternyata aku tidak cocok untuk menjadi seorang marketer dan aku memutuskan untuk beralih profesi mendalami bidang ilmu komputer lebih spesifik nya di bidang rekayasa perangkat lunak.

Semakin aku mempelajari bidang keilmuan ini semakin aku menemukan banyak hal yang menarik di dalamnya, banyak sekali hal - hal yang luar biasa yang tidak terfikirkan olehku.

Bersama dengan itu rutinitas kehidupanku mulai berubah, setiap hari setelah subuh aku mulai membuka komputer dan membaca buku elektronik sampai nanti istirahat sarapan pagi kemudian lanjut lagi sampai nanti magrib dan kemudian isya sampai tengah malam nanti antara jam 11 sampai 12.

Karena begitu asik dengan proses belajar ini dua bulan lamanya aku tidak pernah hadir berkumpul bersama dengan teman - teman di kampung. Sudah bisa di tebak kan aku pun menjadi bahan omongan orang - orang kampung.

Karena tidak tahan dengan omongan orang - orang di kampung, aku memutuskan untuk kembali berkumpul lagi bersama orang - orang di kampung, bertemu dan berkumpul lagi dengan pemuda - pemuda lain di kampung.

Dengan harapan untuk merubah anggapan orang - orang sekitar.

Aku datang di acara rutin sore hari yaitu bermain bola voly, aku datang kesana. Sesekali aku masuk kelapangan dan ikut bermain, tapi ya begitu aku kurang lihai untuk bermain bola voly.

Lebih sering aku duduk diantara penonton dan diam menikmati permainan teman - teman lainya yang sedang seru bermain voly. Tapi meski fisik ku berada di samping lampangan bola voly itu tadi aku tetap saja memikirkan hal lain. Aku memikirkan algoritma, dan bahasa pemrogramman yang sedang aku pelajari tadi.

Di setiap pertemuan dengan pemuda - pemuda lain di kampung aku selalau menjadi anak yang pendiam. Ya,,, karena mereka itu pemuda di kampungku tidak ada yang bisa ku ajak mengobrol masalah ilmu komputer yang aku sedang ku gemari ini.

Untuk itu wahai teman - teman ku di yang sedang membaca tulisan ini perlu kamu ketahui jika ada orang yang dia tidak banyak ngomong bisa jadi alasan nya dia punya topik pembahasan yang tidak akan nyambung kalau dia omongin denganmu.

Bisa jadi orang yang tidak banyak bicara itu alasan nya dia punya topik pembahasan yang tidak akan nyambung untuk dibicarakan di lingkunganya.

Mau bicara

Kecintaanku dengan dunia ilmu komputer semakin dalam, kini aku sudah tiga bulan penuh fokus belajar dan mendalami hal ini. Orang tua sudah mulai bertanya dan menuntut aku untuk mengambil keputusan.

Ya karena pada saat itu aku sudah lulus sekolah dan tidak bisa lanjut kuliah maka hanya ada dua pilihan yaitu menganggur atau bekerja. Aku pun menyadari tidak mungkin juga aku terus menganggur di rumah akan tetapi untuk bekerja aku juga tidak mungkin bekerja dikampung.

Alasanya simple, aku secara fisik itu lemah, mau kerja menjadi kuli bangunan aku sudah pernah coba. Aku ikut bekerja dengan bapak untuk membangun jembatan, ini proyek pemerintah dikampungku.

Kamu tau hasilnya apa, seminggu setelah aku bekerja menjadi kuli disana aku sakit dalam waktu yang sama yaitu semingu. Kerja seminggu sakit seminggu payah bukan.

OK baik lah kalau gitu bagaimana kalau kita coba pekerjaan yang lebih ringan, bercocok tanam.  Yap, aku menanam cabai di kebun bersama ibu, itu berjalan dengan baik aku cukup cocok menjalani aktifitas berkebun ini. Aku sangat senang menemani ibu ke kebun untuk memanen cabai setia beberapa minggu sekali.

Aku sering curhat ke ibu tentang semua hal yang sedang menari - nari difikiranku. Ibu sangatlah pendengar yang baik, ibu selalu optimis dan mendukung hal yang aku sukai.

Bersama dengan ibu aku bukanlah introvert, aku bisa dengan leluasa bercerita banyak hal ke ibu meskipun terkadang atau bahkan banyak yang itu tidak pahami dari yang aku bahas.

Tetapi mungkin itu lah sebab nya, kenapa ada teman kita yang dia tidak mau bicara dengan kita karena kita belum menjadi pendengar yang baik, kita mungkin kurang perhatian dengan mereka.

Jadilah pendengar yang baik!

Akan tetapi ibu mnyearankan aku untuk terus menlanjutkan kesenganku belajar ilmu komputer. Ibu sangat mendukung aku untuk belajar ilmu komputer ini.

Maka dari dua pilihan antara menganggur atau bekerja aku memilih untuk belajar. Tidak ada di pilhan kan ya, ya begitulah hidup selalu ada pilihan lain yang lebih baik.

Punya istri

Kehidupanku berlanjut dengan segala rintangan dan tantanganya aku pun akhir nya memilih untuk pergi merantau keluar kota mengejar mimpi menjadi seorang programmer.

Memang tidak serta merta aku langsung jadi programmer begitu saja, butuh waktu dua tahun untuk belajar dengan begitu keras sehingga aku menjadi seorang profesional di bidang ini.

Saat ini aku sudah tiga tahun menjadi seorang introvert, sekarang aku sudah sangat introvert, aku nggak berani ngomong sama orang lain apa lagi sama orang asing.

Yap selama tiga tahun itu aku tidak menikmati kehidupan asmara, ya karena nggak punya pasangan kan. Ya gimana mau punya pacar kalau ngomong sama orang aja nggak berani.

Sebagai seorang pemuda yang sama seperti yang lainya aku membutuhkan seorang kekasih seorang yang bisa menjadi pendamping hidup ini.

Dulu aku suka bertanya mungkin nggak sebagai seoarang introvert itu bisa punya istri. 

Untungnya pada saat itu aku hidup di lingkungan pesantren, aku pun di situ belajar ilmu tentang jodoh. Salah satu guru mengatakan kepadaku bahwa setiap orang itu sudah di tetapkan jodohnya masing - masing jika sudah waktunya maka kamu akan di pertemukan.

Dengan begitu aku mengambil kesimpulan tidak perduli introvert atau tidak kita semua pasti akan di pertemukandengan jodoh kita pada waktunya. Akan ku ceritakan bagaimana pertemuanku dengan wanita yang sekarang menjadi istriku dalam tulisan lainya.

Singkat cerita nasihat guruku benar terbukti adanya, sekarang aku sudah menikah dan sudah memiliki satu putri dan saat ini istri sedang hamil untuk anak kedua mohon dua nya.

Jujur saja dengan istri aku cukup aman lah, aku bicara cukup dengan dia meski terkadang dan bahkan sering istriku bilang bahwa aku itu cuek orang nya. Namun hal yang berat nya bukan dengan istri, akan tetapi dengan mertua dan keluarga lain dari istriku.

Ketika duduk bersama dengan mertua dan keluarga lainya aku selau diam, jika sedang perkumpulan keluarga selalu saja aku lah orang yang tidak punya banyak cerita.

Mau cerita apa coba, pekerjaan itu nggak mungkin, kerjaanku nggak ada yang relate sama keluarga dari istri yang mana bahasa yang akan ku gunakan untuk bercerita pasti nggak bakalan di pahami untuk mereka.

Ok, bagaimana kalau bercerita soal politik? Well, politik ini sebenarnya bisa jadi bahan untuk ngobrol sih, akan tetapi pandanganku soal politik dengan lingkungan keluarga dari istri semua berbeda. 

Daripada bikin persaudaraan jadi bermasalah mending aku diam saja lebih baik daripada berdebat kan. Dan banyak topik lainya yang tidak memungkinkan untuk aku bicarakan dalam perkumpulan keluarga.

Hal yang biasa di obrolin ketika kumpul keluarga adalah kabar, kondisi di rumah dan anak sudah bisa apa aja sudah ngapain aja. Sudah itu aja nggak ada pembahasan yang lain.

Maka aku punya saran untuk kawan - kawanku yang introvert yang belum menikah. Jangan takut untuk menikah, jangan takut untuk tidak punya jodoh, semua sudah di tetapkan jodohnya. Setiap orang introvert itu kondisinya berbeda tapi kesamaanya adalah kita punya begitu banyak alasan untuk menghidari kerumunan, menghindari ngobrol denga orang lain.

Akan tetapi kita harus tetapi berusaha untuk membaur dengan mereka, secukupnya saja lah kita jaga hubungan keluarga, aku yakin lama - kelamaan keluarga kita akan mengerti kalau kita adalah introvert. Dan mereka akan menerima keadaan kita pada akhirnya.

Kesimpulan

Di tulisan ini aku sebenarnya ingin curhat dan cerita tentang kehidupanku. Dulu aku bukan orang yang introvert, namung seiring jalan nya waktu aku menemukan jati diri kini aku menjadi orang yang introvert.

Saat ini aku sangat nyaman menjadi seorang introvert, menyendiri itu membuatku bahagia. Tidak akan ada yang tau kedepanya akan menjadi seperti apa kita. Kita selalu berharap yang terbaik tentunya.

Maka dari itu jangan sampai kita menjadi orang yang suka meremehkan orang lain. Menjadi introvert bukanlah penyakit. Sama saja seperti siang dan malan, ada pendiam dan ada yang tidak bisa diam.

Yang penting jangan paksakan orang yang tidak bisa diam untuk menjadi pendiam. Dan orang yang pendiam menjadi banyak omong. Marilah kita saling mengerti dan saling menghargai.

Tidak terasa tulisan ini jadi begitu panjang, sementara kita cukupkan sekian dulu ya. Terimakasih sudah membaca.

Subscribe to My Newsletter

Thank you for your interest in my blog. Sign up to my newsletter to stay current on the latest news and information me and to be the first to see new blog posts.