Orang - Orang Palsu

March 23, 2019

Pernahkah kamu memiliki teman, kamu anggap dia baik best friend tapi ternyata dia palsu, ngomongin kamu di belakang.

Aku pernah!

Pernahkah kamu mengagumi seseorang karena di melakukan hal yang luar biasa, dia dermawan, dia murah hari, dia alim, dia pintar dan lain sebagainya tapi ternyata itu hanya pencitraan.

Aku pernah!

Pernahkah kamu mengecewakan seseorang yang sebenarnya dia tulus kepadamu, dia sayang kepadamu, dia perduli kepadamu, tapi setelah satu kali kamu kecewakan dia kamu tak lagi bisa mendapatkanya, bersama denganya.

Aku pernah!

Pernahkah kamu memiliki teman, sahabat dia sayang kepadamu, tapi dia selalu mengaturmu, dia melarang ini dan itu, omonganya terkadang mematahkan semangatmu, tapi ketika kamu telah memilih satu jalan dia tetap mendukungmu meski tetap saja dia cerewet kepadamu?

Aku pernah!

Pernahkah kamu menjalani hidupmu hanya mengejar dan membuktikan kepada orang - orang yang bicara pedas kepadamu, yang selalu menghinamu, yang selalu mengucilkanmu.

Aku pernah!

Lalu pernahkah kamu mengecewakan orang yang dia tulus kepadamu, dia sayang kepadamu, dia perduli kepadamu, dia percaya kepadamu, dia tetap begitu meski dia kecewa kepadamu, dia membuka lagi pintu maafnya untukmu?

Orang semcam inilah yang susah untuk mau dapati, tapi jika kamu telah bersamanya maka, tetaplah hidup dengan tanpa perlu memikirkan orang - orang yang palsu itu, orang yang dia hanya membutuhkanmu di saat dia perlu, orang yang hanya menggunakan kamu sebagai pencitraan baginya.

Kita hidup sebagai seorang manusia tidak bisa lepas dari orang - orang di sekitar kita. Tapi pandangan kita terhadap mereka itu menentukan kita, menentukan seperti apa kita hidup.

Lebih baik kita fokus kepada diri sendiri, lalu fokus kepada orang - orang yang sayang dan perduli, dan melupakan orang - orang yang palsu itu.

Kita tidak perlu menjadi orang yang palsu karena adanya orang - orang palsu di sekitar kita.

Kita memiliki standar sendiri dalam kehidupan ini, setiap orang pun begitu, kita juga tidak bisa hidup dengan standar orang lain maka jangan memaksakan untuk bisa hidup dalam standar orang lain.

Hidup tanpa ambisi itu tenang dan damai, kita bisa menerima apa yang kita miliki seutuhnya tanpa mengharap lebih. Akan tetapi tetap menjadi orang yang rajin, tak berambisi bukan berarti bermalas - malasan.

Subscribe to My Newsletter

Thank you for your interest in my blog. Sign up to my newsletter to stay current on the latest news and information me and to be the first to see new blog posts.