Tidak bekerja keras membuat-ku lebih bahagia

Motivation

May 20, 2020

Diawal dulu aku baru - baru aja menikah aku bekerja sangat keras mulai dari jam 10 pagi sampai jam tiga pagi. Pagi sampai sore ngantor lanjut lagi malam ngerjakan project lain nya. Alhasil satu tahun setelah bekerja kerja begitu kerasnya untuk bayar kontrakan rumah saja tidak sanggup.

Bahkan satu hal yang lebih parah nya adalah setahun setelah menikah aku masuk rumah sakit. Harus di operasi yang mana pada saat itu butuh waktu sekitar 3 bulan untuk bisa pulih dan kembali beraktifitas secara normal.

Aku sering bercerita dengan teman dan sahabatku tentang kisah sakit ini tapi aku jarang menceritakan penyebab nya. 

Dulu waktu aku pertama kali periksa ke dokter dan dinyatakan aku sakit hernia, dokter mengatakan penyebabnya adalah karena aku keseringan duduk dalam waktu yang sangat lama.

Penyakit yang aku alami ini mirip dengan yang biasa diderita orang - orang yang duduk terlalu lama, seperti supir, penjahit dan masih banyak bidang lainya yang menuntut kegiatan duduk yang berlama - lama.

Memang penyakit itu tidak saja disebabkan hanya duduk berlama - lama bisa juga karena makanan yang kurang gizi, seperti dulu itu aku tidak terlalu suka makan sayur - sayuran, dan juga kurang olah raga.

Jadi bersama ini aku ingin berpesan kepada teman - teman pekerja keras, jangan sampai nanti menyesal tidak makan - makanan bergizi dan kurang olah raga setelah masuk rumah sakit.

Tiga bulan tidak kerja

Tiga bulan sakit tidak bekerja itu dulu memang menyeramkan bagiku. Karena posisinya aku sedang di perantauan di Jogja sana jauh dari orang tuaku yang berada di Lampung.

Ditambah lagi di jogja sana tidak ada saudara hanya ada teman dan rekan kerja. Tetangga ada tapi tidak bisa di andalkan untuk membantu kondisiku pada saat itu.

Malah kalau di fikir pada saat itu malah teman dan sahabat yang dari jauh - jauh yang membantu.

Di awal - awal sakit itu kondisinya sangat membuat mentalku turun sakali. Karena memang kondisinya tidak sama sekali menguntungkan, dimana aku sedang di perantauan dan aku juga tidak memiliki KTP.

Kita tahu pemerintah mempunyai program BPJS yang mana kalau pada saat itu bakalan sangat membantu kondisiku pada saat itu kalau aku bisa dapat mengurusnya.

Tapi sakitku pada saat itu mengakibatkan aku tidak bisa berjalan atau bekendara keluar rumah. Bahkan untuk pergi ke toilet saja itu aku harus di tuntun oleh istri.

Kalau ku ingat - ingat lagi memang sebuah pengalaman yang sangat lah menegangkan karena kondisinya istriku itu positif hamil anak ku yang pertama dan itu bersamaan dengan di nyatakan dokter bahwa aku harus di operasi.

Akan tetapi bersama dengan datangnya kesulitan allah itu kasih juga kemudahan dibaliknya. Setelah sebulan setengan aku terbaring dirumah nggak bisa kerumah sakit karena nggak ada BPJS dan juga uang untuk biaya operasi, akhirnya ada orang yang mau membantu.

Singkat cerita operasi dilakukan dan berhasil berjalan dengan baik aku pun kembali pulang kerumah untuk istirahat dan memulihkan kondisi kesehatan karena setelah itu masih ada proses - proses kontrol ke dokter.

Dan pada saat itu situasinya aku juga belum bisa bekerja lagi, dan memang kondisinya lagi males juga mau kerja sudah cukup pusing lah karena sakit itu.

Satuhal yang cukup aneh kurasakan pada saat itu adalah kenapa kok waktu aku sakit dan tidak bekerja malah uang di rekening itu tidak kosong. Dulu pas lagi getol nya bekerja siang malam di rekening itu selalu saja menipis bahkan kosong isinya.

Dulu karena kondisi sudah cukup membaik dan belum ada rencana untuk kembali bekerja lagi aku dan istri dan ayah memutuskan untuk pergi kerumah nenek.

Ngawi april 2018

Foto ini buat aku sangatlah begitu bersejarah karena di saat itu rasanya baru saja kembali menikmati udara segar setelah beberapa bulan hanya terbaring saja di rumah.

Tapi sekarang kalau ku renungkan kembali malah dulu ketika lagi sibuk - sibuknya kerja itu rasanya susah banget untuk bisa pergi keluar bersama istri untuk refreshing ketika akhir pekan atau hari libur begitu.

Ya begitulah ternyata kegiatan bekerja keras itu merampas segalanya, dulu ilmu yang aku pelajari kalau mau sesuatu harus bekerja keras untuk mewujudkan nya. Alhasil ya begitu malah tidak juga terwujudkan.

Maka sekarang yang kuterapkan aku coba menahan setiap keinginan, kalau sudah beberapa minggu atau beberapa bulan masih kepingin berarti itu sudah menjadi kebutuhanku.

Cuman keinginan itu memang murni dari diriku sendiri bukan karena ingin membuktikan untuk orang lain bahwa aku bisa gini dan gitu. Jadi fokusku untuk bisa membahagiakan diri sendiri.

Tidak usah bekerja keras

Setelah ku fikir - fikir lagi ternyata benar apa tujuan ku bekerja keras itu kan untuk bisa kaya dan bahagia. Tapi sebenernya rasanya jauh sekali itu kebahagiaan.

Aku harus bekerja siang dan malam untuk bisa mencapai tujuan kebahagian dalam hidup. Yang mana itu sebenarnya standarnya yang menentukan bukan diriku sendiri, standarnya kalau di lihat orang sudah bisa beli mobil ini dan itu baru dikatkanan sukses dan hidup bahagia.

Tapi kalau kenyataan nya aku harus mengorbankan weekend dan juga kesehatan itu sepertinya sangat konyol juga. Mau sukses yang katanya bikin bisa bahagia kok dengan cara yang tidak bahagia.

Ini jelas suatu yang salah dan aku memutuskan untuk tidak memilih jalan itu.

Maka sudah hampir setahun ini aku memutuskan untuk meninggalkan pekerjan yang dulu. Yang mana dulu itu bahkan aku tidur di kantor. Itu rasanya 24 jam bekerja.

Sekarang ini aku lebih memilih bekerja remote saja karena aku memiliki kebebasan untuk mengatur jam kerjaku dengan tetap kasih kabar ke rekan kerja kalau lagi nggak available untuk kerja.

Sekarang kerjaku maksimal seminggu 40 jam aja. Sisanya untuk hobi untuk jalan - jalan untuk rebahan dan main sama anak istri.

Btw aku tidak anti kerja weekend, kadang aku weekend masih kerja tapi kalau pun kerja itu digunakan untuk belajar hal baru. Kebetulan tempat kerjaku belajar menjadi salah satu bagian dari kerja.

Dan buat aku belajar itu lebih menyenangkan dari pada bekerja.

Intinya buat aku weekend waktunya untuk memanjakan diri memanjakan anak dan istri. Dan aku bersama istri kalau ada waktu lebih senang untuk menghabiskan nya dengan cara rebahan.

Hidup kaum rebahan :D

Perubahan akibat kerja santui

Satu hal yang kurasakan saat bekerja dengan santui adalah aku merasa lebih bahagia, tidak tertekan dengan deadline kerjaan. Bahkan dengan kondisi hidup santai begini bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat. 

Ditambah lagi sekarang ini aku tidak lagi menuntut diriku untuk bisa kebeli ini itu agar nampak sukses dimata orang. Jadi kalau punya uang untuk beli ya beli aja nggak ada fikir - fikir yang penting aku seneng aja dulu.

Dan setelah kufikir - fikir lagi dulu untuk bisa beli barang - barang seperti yang sekarang ini aku punya itu mungkin aku harus menabung dulu selama setahun.

Padahal dulu kerjanya sangat keras sekali. Jadi sekarang karena kondisinya nyantai malah nggak banyak kepingin nya. Dulu itu kok rasanya itu kepingiiinnnn banget sekarang udah punya rasanya biasa aja.

Jadi memang kadang sesuatu yang kita inginkan itu kelihatanya aja bagus tapi ya biasan aja. Tapi untuk sesuatu yang memang kita butuhkan itu malah akan mendatangkan manfaat yang banyak.

Jadi kalau pun punya keinginan barang apa gitu benar - benar di fikir aja kira - kira kita itu membutuhkan banget nggak sih. Butuh disini artinya barang yang kita punya itu akan kita pakai terus menerus.

Kadang kan ada itu kita punya barang tapi jarang di pakai itu kan sia - sia.

Ok sekarang di akhir tulisan aku ingin berpesan dengan teman - teman.

Jangan tungu sukses untuk bahagia, bahagia aja dulu baru kemudian sukses. Kalau mau beli barang beli aja kalau punya duit kalau nggak ada ya udah santai aja. Mungkin hal itu bukan satu yang baik untukmu percaya allah itu bakal ngasih apa yang kita butuhkan.

Nggak usah memikirkan masa depan yang kamu tidak punya kendali akan hal itu. Aku sendiri tidak percaya bahwa kitalah yang menentukan masa depan kita mau jadi apa.

Yang aku percaya kita sendirilah yang punya kendali untuk masa sekarang, sekarang kita mau bahagia atau sedih mau tertekan atau santui. Belajar lah puasa, puasa untuk menahan apa aja yang berpotensi untuk membuat kamu jadi stress.

Kalaupun kamu mau bekerja keras fokus untuk kesehatanmu dulu baru kerjakan pekerjaan yang kamu bahagia saat menjalani nya. 

Nggak usah dengerin omongan tetangga yang lebih nyakitin dari pada kenyataan hidup ini. Kalau pun ada orang yang emang ngomongnya bikin sakit terus dan nggak bisa berhenti kamu omongin balik aja. 

Kamu tanya begini : Kamu kapan mati ?

Subscribe to My Newsletter

Thank you for your interest in my blog. Sign up to my newsletter to stay current on the latest news and information me and to be the first to see new blog posts.